Jakarta, fajarsulawesi.com– Delapan belas dari total lima puluh tiga orang penumpang KMP. Tunu Pratama Jaya 2888, masih terus dicari tim SAR gabungan yang melibatkan Kantor SAR Surabaya, Pos SAR Banyuwangi, Pos SAR Jembrana, Syahbandar Banyuwangi, Syahbandar Gilimanuk, Polairud Polda Bali, Satbrimob Batalion C Gilimanuk, Lanal Banyuwangi, KPLP Gilimanuk, KP3 Banyuwangi, BPTD Gilimanuk, BPBD Banyuwangi, BMKG Banyuwangi, BKK Banyuwangi, dan Tagana Banyuwangi, dan potensi SAR lainnya.

KMP. Tunu Pratama Jaya 2888, berangkat dari Pelabuhan Ketapang dengan mengangkut total dua puluh dua unit kendaraan yang terdiri atas empat unit kendaraan kecil (KK), satu unit sepeda motor, tiga unit mobil pick up, tiga unit truk besar, berikut delapan unit mobil tronton.

Kapal naas tersebut tenggelam pada posisi koordinat -08°09.371′, 114°25.1569′, usai dihantam gelombang tinggi yang disertai angin kencang.

Selain mengangkut kendaraan, KMP. Tunu Pratama Jaya 2888, tercatat membawa lima puluh tiga orang penumpang, bersama dua belas orang crew kapal.

Dari tiga puluh lima orang korban yang berhasil ditemukan dan dievakuasi, dua puluh sembilan orang diantaranya, dinyatakan selamat dan enam orang lainnya meninggal dunia (MD).

Untuk mendukung upaya pencarian dan penyelamatan korban KMP. Tunu Pratama Jaya 2888, Basarnas, turut mengerahkan KN SAR 249 Permadi.

KN SAR 249 Permadi bersama tiga belas crew bertolak dari Dermaga Distrik Navigasi Tanjung Perak Surabaya, sekira pukul 05.30 WIB dan diestimasikan tiba di Selat Bali, pada pukul 14.30 WIB, Kamis, (03/07). (Int)