Selayar, fajarsulawesi.com– Rapat koordinasi (Rakor) beragendakan evaluasi pembayaran iuran kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan untuk imam, muadzin, dan marbot Masjid melalui lembaga Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Kabupaten Selayar, digelar di gedung lantai dua, Kantor Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di Jln. Raden Ajeng Kartini, Benteng, Kabupaten Selayar Sulawesi Selatan, Jum’at, (9/5) pagi.
Agenda rapat yang dihadiri Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan, Firdaus, dipimpin Ketua Audit Internal Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), H. Saiful Arif, SH yang sekaligus Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Selayar.
Penyelenggaraan rapat koordinasi (Rakor) dihadiri ketua bersama segenap unsur pimpinan Baznas, pengurus Dewan Masjid Indonesia), relawan Palang Merah Indonesia (PMI) perwakilan Imam Masjid, Marbot, Muadzin dan wartawan.
Membuka dan mengawali rapat koordinasi,Ketua tim Audit Internal Badan Amil Zakat Nasional, H. Saiful Arif, SH, mengungkap, dirinya terbilang sebagai orang baru di lembaga Badan Amil Zakat Nasional (Baznas).
Meski begitu, dia langsung diberi amanah memimpin rapat koordinasi dengan agenda utama evaluasi program pembayaran iuran kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan untuk imam, muadzin, dan marbot Masjid melalui lembaga Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Kabupaten Selayar.
H. Saiful Arif, SH, mengutarakan, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Selayar, menargetkan untuk membantu pembayaran iuran kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi seribu orang imam, marbot, dan muadzin Masjid se Kabupaten Selayar.
Proses pembayaran kata dia akan dilakukan secara selektif dan ketat dengan mengedepankan prinsip aman yang meliputi, aman syar’i (Agama), aman regulasi (aturan hukum negara), dan aman dalam konteks negara kesatuan republik Indonesia (NKRI).
H. Saiful Arif, SH mengingatkan, badan amil zakat nasional (Baznas) boleh dan berkewajiban membantu sesama, tanpa harus bersoal di hari kemudian, dan kemudian hari.
Oleh karenanya, proses pembayaran iuran kepesertaan jaminaan sosial ketenagakerjaan harus diseleksi secara ketat dan selektif.
Kendati peserta telah terdaftar dan tercatat secara resmi sebagai seorang imam, muadzin dan atau marbot, tetapi dari hasil evaluasi yang bersangkutan, dinyatakan tidak memenuhi kategori asnaf, maka dengan segala berat hati, lembaga badan amil zakat nasional (Baznas) akan menyampaikan secara terbuka informasi pembatalan kepesertaannya, beber mantan wabup dua periode tersebut. (Fadly Syarif)




