Fitbit Air memang menawarkan kemudahan dalam memantau detak jantung sehari-hari. Namun setelah dicoba secara langsung, terlihat bahwa data kalori yang dihasilkan tidak selalu sesuai dengan kondisi nyata tubuh. Perbandingan dengan monitor detak jantung standar emas seperti chest strap menunjukkan perbedaan yang cukup berarti pada beberapa sesi latihan.
Pengguna biasanya mengandalkan angka kalori ini untuk mengatur asupan makanan atau target penurunan berat badan. Ketika data detak jantung kurang presisi, estimasi kalori yang terbakar pun ikut meleset. Hal ini bisa membuat seseorang merasa sudah cukup berolahraga padahal sebenarnya belum mencapai target yang diinginkan.
Salah satu alasan utama ketidakakuratan ini adalah posisi sensor di pergelangan tangan. Gerakan tangan yang bebas saat beraktivitas sering mengganggu pembacaan sinyal optik. Chest strap yang dipasang di dada justru lebih stabil karena lebih dekat dengan sumber sinyal elektrik jantung.
Dampaknya terasa ketika seseorang menggunakan data tersebut untuk program diet ketat. Kalori yang tercatat lebih rendah dari seharusnya bisa membuat orang makan lebih banyak dari kebutuhan, sehingga hasil penurunan berat badan menjadi tidak optimal. Sebaliknya, jika data terlalu tinggi, pengguna mungkin merasa perlu membatasi makan secara berlebihan.
Selain itu, faktor seperti warna kulit, suhu tubuh, dan intensitas gerakan juga memengaruhi performa sensor optik pada perangkat wearable. Ini menjelaskan mengapa hasil tes di kondisi berbeda bisa sangat bervariasi meski aktivitas yang dilakukan sama.
Banyak pengguna teknologi kesehatan saat ini mulai menyadari pentingnya tidak hanya bergantung pada satu sumber data. Menggabungkan informasi dari aplikasi dengan pengamatan manual seperti tingkat kelelahan atau pengukuran lingkar pinggang bisa memberikan gambaran yang lebih lengkap.
Secara keseluruhan, perangkat seperti Fitbit Air tetap berguna untuk motivasi harian. Namun untuk tujuan yang lebih serius seperti pengelolaan kesehatan atau program kebugaran profesional, sebaiknya data kalori diperlakukan sebagai perkiraan kasar saja, bukan angka pasti yang harus diikuti secara ketat.

